Tunggu sebentar!

Sabtu, 04 Mei 2013

Atasi anemia pada anak Anda

Anemia dapat menghambat tumbuh kembang anak dan berdampak serius dalam jangka panjang. Menengok angka yang disodorkan Asian development Bank, tercatat anemia menimpa sekitar 22 juta anak Indonesia. Jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan hilangnya IQ 5 sampai 15 poin. Dampaknya yang signifikan terlihat dari prestasi sekolah yang buruk dan berujung kerugian potensi masa depan. Mengutip ungkapan dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi, anemia yang diderita anak-anak Indonesia akan menyebabkan kita mengalami generation lost.

Efek anemia pada anak

"Kekurangan zat besi sejak bayi dalam kandungan sampai usia 2 tahun akan mengganggu perkembangan cabang-cabang dan sambungan (sinaps) antara sel-sel otak, akan menghambat pembentukan neurotransmitter yang penting untuk pengendalian emosi, pemusatan perhatian dan perilaku anak, mengganggu pembentukan myelin yang penting untuk kecepatan berpikir anak," ujar Soedjatmiko menegaskan.


"Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan salah satu masalah kesehatan pada anak Indonesia yang perlu mendapatkan perhatian khusus, karena tidak hanya berdampak untuk saat ini, tapi juga pada masa mendatang," kata dr. Badriul Hegar SpA (K). Tercatat 30% penduduk dunia menderita anemia dan >50% penyebabnya adalah Anemia Defisiensi Besi. Menurut ketua umum pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ADB masih merupakan masalah gizi utama di Indonesia, selain kekurangan kalori protein, vitamin A dan yodium.

Hasil survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001, mengungkapkan angka kejadian ADB sebesar 47% pada balita. Bahkan angka ini tampaknya belum bergeser ke arah yang lebih baik sampai tahun ini.

"Tugas itu sangat berat. Karena itu perlu bantuan dari berbagai pihak, a.l. dari organisasi profesi terkait, lembaga sosial masyarakat, pihak swasta, dan masyarakat sendiri," ujar Badriul Hegar dalam seminar Action for Iron Deficiency Anemia, 13/14, di Jakarta.

Menurut Prof.dr.Djajadiman Gatot, SpA (K), "Anemia Defisiensi Besi merupakan kasus anemia yang paling sering dijumpai. Prevalensi ADB pada balita Indonesia sekitar 40-45% dan kelompok usia paling tinggi adalah balita 0-5 tahun. Di negara-negara dengan prevalensi ADB yang tinggi diperbolehkan memberi suplementasi besi tanpa perlu uji tapis terlebih dahulu."

Melalui Satuan Tugas (ST) ADB, yang diketuai Prof. dr. Djajadiman Gatot, Sp A (K), IDAI mengeluarkan panduan rekomendasi suplementasi untuk anak. Suplementasi besi diberikan untuk anak, dengan prioritas usia balita 0-5 tahun, terutama usia 0-2 tahun. Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dilakukan berkala sejak usia 2 tahun. Melalui Action for Iron Deficiency, Anemia ini diharapkan dapat menurun hingga 10%.

Meski yang disoroti lebih banyak pada bayi dan balita dalam "Action Anemia Defisiensi Besi", tak kurang pentingnya menyoroti kesehatan ibu hamil maupun Wanita Usia Subur (WUS). Anemia pada ibu hamil jika kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dalam darahnya < 11,0g, anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan fungsional dan serius dan beresiko tinggi terhadap kejadian berat badan bayi lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur dan kematian janin.

Mengapa besi diperlukan?
Besi diperlukan untuk pembuatan heme dan hemoglobin (Hb). Kekurangan besi akan mengakibatkan kekurangan Hb. Kekurangan besi terjadi jika makanan tak cukup mengandung besi, komposisi makanan tidak baik untuk penyerapan besi (terlalu banyak sayur dan kurang daging), gangguan penyerapan besi (karena obat atau cacingan), kebutuhan besi yang meningkat (pada ibu hamil, bayi, pertumbuhan yang cepat), pendarahan kronis atau berulang.


Upaya penanggulangan yang dilakukan Departemen Kesehatan diprioritaskan untuk kelompok rawan: balita, anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui. Antara lain dengan melakukan uji coba pemberian serbuk fortifikasi besi yang disebut "Taburia" di provinsi: NTT, NTB, Sulsel, Sumsel, Kalbar dan Sumut. Pemberian serbuk Taburia secara gratis diberikan selama 120 hari untuk kelompok sasaran usia 6 bulan hingga 59 bulan dan diprioritaskan untuk anak usia 6 bulan hingga 24 bulan. Program ini merupakan kerja sama Puslitbang Gizi Depkes dengan Asian Development Bank. Hal ini diungkapkan dokter Yvonne Kusumaningtyas dari Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Departemen Kesehatan.

Perlu diketahui bahwa kecukupan besi akan berkurang pada bayi selepas memperoleh ASI eksklusif. Pada bayi yang lahir cukup bulan, pemberian besi bisa dimulai sejak usia 4-6 bulan. Sedangkan jika bayi lahir prematur, pemberian besi sudah dimulai sejak bayi berusia 1-2 bulan. Karena cadangan besi dari ibu hanya mencukupi sampai bayi berumur 4-6 bulan. Jadi selain ASI, bayi perlu mendapat MPASI yang mengandung besi. Untuk menurunkan angka anemia defisiensi besi pada bayi, tentu terkait dengan gizi ibu selama menyusi.

So, Bunda...ayo cukupi kebutuhan besi dalam tubuh Anda, demi masa depan si kecil.


Keyword: anemia | defenisi anemia | dampak anemia | cara mengatasi anemia | faktor-faktor penyebab anemia

A PREGNANCY (TENTANG KEHAMILAN)
1. Hati-hati, ini dia yang harus Anda waspadai selama hamil
2. Tetap segar dan cantik meskipun hamil
3. Agar tetap bugar meskipun sedang hamil
4. Prolactinoma dan kehamilan
5. Bagaimana janin berkembang
[More...]
B PARENTING (MENJADI ORANG TUA)
1. Pentingnya lemak esensial untuk tumbuh kembang anak
2. Pengaruh buruk teman
3. 9 fakta kesehatan jaman dulu dan sekarang
4. Tips: membantu anak kikuk bergaul [sosialisasi anak]
5. Manfaat mendongeng sebelum anak tidur
[More...]
C WANITA (SEPUTAR PERMASALAHANAN WANITA)
1. Pahami masa subur
2. Memanjakan diri pasca nifas via spa vagina
3. Hamil diatas usia 35 tahun, pahami resikonya
4. Adakah masalahnya kedepan jika menunda-nunda jadi ibu?
5. Teknologi untuk merancang jenis kelamin
[More...]
D TEKNOLOGI
1. Inovasi Irigasi Untuk Masa Depan Yang Berkelanjutan
2. 10 Teratas Kemajuan Israel Dibidang Medis
3. Microresonator (Mengirimkan 40 Saluran Komunikasi dengan Satu Laser)
4. Cara memurnikan air limbah hanya menggunakan tanaman
5. Aplikasi Penghitung Sisa Hari Dalam Setahun (The Rest Of The Year)
[More...]
D SOURCE CODE VISUAL BASIC 6.0
1. Visual Basic Source Code (Transfer teks dari form ke ms-word)
2. Visual Basic Source Code (sysinfo atau informasi sistem komputer)
3. Visual Basic Source Code (software pembalik kata)
4. Visual Basic Source Code (software pengeja kata)
5. Visual Basic Source Code (IP tools)
[More...]
E KULINER (RESEP MASAKAN)
1. Resep Membuat Sambal Tuktuk khas Batak Toba
2. Cara Memasak Dali Ni Horbo
3. Resep Membuat Mie Gomak Medan
4. Resep Masakan Na Tinombur
5. Resep ayam napinadar
[More...]
F DESIGN & ART DENGAN ADOBE PHOTOSHOP CS
1. Efek Teks Fantastis menggunakan Photoshop (Teks Mosaic)
2. Efek Teks Fantastis menggunakan Photoshop (Teks Bergambar)
3. Efek Teks Fantastis menggunakan Photoshop (Teks Puding)
4. Efek Teks Fantastis menggunakan Photoshop (101 Dalmatians)
5. Efek Teks Fantastis menggunakan Photoshop (Teks Cut Out)
[More...]
G BELAJAR BAHASA INGGRIS SEHARI-HARI
1. A Break (Waktu Istirahat)
2. A conversation With A Stewardess (Percakapan Dengan Pramugari)
3. A New Neighbour (Tetangga Baru)
4. A New School Building (Gedung Sekolah Baru)
5. A Talk With A Stewardess (Percakapan Dengan Pramugari#2)
[More...]
H EFEK QUERY DARI MESIN PENCARI
1. Efek Dari Kombinasi Kata Kunci Pada Mesin Pencari#1
2. Efek Dari Kombinasi Kata Kunci Pada Mesin Pencari#2
3. Efek Dari Kombinasi Kata Kunci Pada Mesin Pencari#3
4. Efek Dari Kombinasi Kata Kunci Pada Mesin Pencari#4
5. Efek Dari Kombinasi Kata Kunci Pada Mesin Pencari#5
  [More...]