Sabtu, 04 Mei 2013

Pilih bayi laki-laki atau perempuan?

Setelah anak pertama cukup besar, Anda dan suami mulai berpikir untuk memberinya adik. Umumnya, para orangtua mengharapkan anak kedua berjenis kelamin yang berbeda dengan anak pertama. Nah, mitos-mitos tentang merancang jenis kelamin anak pun mulai menebar. Dari makanan yang harus dikonsumsi hingga waktu untuk melakukan seks. Benarkah jenis kelamin sikecil bisa dirancang?

Mitos #1: Makanan bisa mempengaruhi jenis kelamin calon bayi
Fakta: Menurut dr. Diana Mauria Ratna Asih, Sp.OG, dari Brawijaya Women and Children Hospital, mitos ini pada dasarnya merujuk pada kandungan asam dan basa dalam makanan. "Agar si kecil berjenis kelamin perempuan, dibutuhkan sperma dengan kromosom X untuk membuahi sel telur mama. Nah, sperma dengan kromosom Y diperlukan untuk mendapatkan bayi berjenis kelamin laki-laki," kata dr. Diana. Sperma X memang senang dengan kondisi asam, sedang Y dengan kondisi basa. Bila calon mama mengkonsumsi daging atau ikan yang bersifat basa, kondisi yang diharapkan adalah tubuh ikut bersifat basa, dan memungkinkan sperma Y yang membawa gen laki-laki bisa tetap bertahan. Dari situlah logika tentang mengkondisikan tubuh dengan kondisi asam maupun kondisi basa terbentuk. Meski demikian, penelitian medis tentang mengkonsumsi makanan yang dapat mempengaruhi kondisi makanan yang dapat mempengaruhi jenis kelamin jenis bayi memang tidak pernah ada. Sehingga tingkat keberhasilan metode ini tidak dapat dipastikan. Catatan: kondisi ini serupa dengan mitos yang mengatakan membasuh vagina dengan cairan asam (seperti cuka) dan basa (seperti baking soda).

Pilih bayi laki-laki atau perempuan?

Mitos #2: Waktu seks dan ovulasi mempengaruhi jenis kelamin calon bayi
Fakta: Mitos ini muncul berdasarkan metode yang ditentukan oleh dr. Landrum B. Shettles (bapak In Vitro Fertilization atau IVF dan perintis dari pengobatan infertilitas), yang kemudian dituliskan dalam buku "How to Choose the Sex of Your Baby" (1996). Shettles berpendapat, waktu ovulasi dan berhubungan seksual berkaitan dengan jenis kelamin si calon bayi. Bila Anda menginginkan bayi laki-laki, berhubunganlah saat Anda berovulasi. Namun, bila Anda menginginkan bayi perempuan, lakukan seks 2-3 hari sebelum waktu ovulasi. Ovulasi adalah masa subur dimana sel telur keluar dari indung telur. Umumnya, hal ini terjadi pada hari ke-14 (dihitung dari hari pertama datang bulan) dari siklus datang bulan selama 28 hari.


Dr. Diana mengatakan, secara logika, metode ini mungkin ada benarnya. "Mengapa? karena pada saat berhubungan intim dilakukan ketika ovulasi, sperma Y yang memiliki karakteristik bergerak cepat akan bertemu dengan telur lebih dulu, dan pembuahan calon bayi laki-laki pun bisa terjadi." Sedangkan sperma X yang geraknya lambat (namun berumur lebih panjang) akan bertahan saat hubungan seksual dilakukan 2-3 hari sebelum ovulasi. Akibatnya? saat ovulasi terjadi, sperma Y sudah mati dan kemungkinan besar si kecil akan berjenis kelamin perempuan. Walaupun mendapat bantahan dari penelitian-penelitian selanjutnya, tingkat keberhasilan metode dr. Shettles ini cukup tinggi, yakni 75%. Bahkan, ini merupakan mitos yang paling dipercayai dan diikuti para pasangan yang sedang merancang jenis kelamin anak mereka.

Mitos #3: Posisi bercinta bisa mempengaruhi jenis kelamin calon bayi
Fakta: Mitos ini merujuk pada penentuan sejauh mana penetrasi bisa dilakukan. Bila penetrasi lebih dalam dan mendekati mulut rahim, penyemprotan sperma pun lebih dekat. Sperma Y akan lebih mudah memenangkan 'lomba lari' dan lebih dulu membuahi sel telur. Nah, posisi yang memungkinkan terjadinya penetrasi lebih dalam dan penyemprotan sperma yang sempurna (seperti doggy style) dianggap mempengaruhi terbentuknya jenis kelamin laki-laki. Sedangkan posisi misionaris (dengan penetrasi yang tidak terlalu dalam dan mendukung sperma 'berjalan' lebih jauh menuju telur) akan menghasilkan anak perempuan. Tetap saja, mitos ini secara medis belum terbukti.

Mitos #4: Orgasme mempengaruhi jenis kelamin calon bayi
Fakta: Dalam kondisi normal, vagina memiliki kondisi asam. Namun, saat orgasme terjadi, perempuan akan mengeluarkan cairan yang bersifat basa. Pada kondisi ini, sperma Y (yang bisa hidup dalam kondisi basa) akan bertahan, sedangkan sperma X akan mati, pembuahan calon bayi laki-laki pun bisa terjadi. Sebaliknya, untuk mendapatkan anak perempuan, kondisi vagina harus tetap asam. Jadi, orgasme pada perempuan sebaiknya dihindari. Hal ini hanya pemikiran secara logika saja. Lagi-lagi, tidak ada penelitian medis yang memastikan kebenaran.

Menurut dr. Diana, berbagai penelitian dilakukan untuk merancang jenis kelamin calon bayi, namun hingga kini tidak ada bukti yang jelas dan diakui kepastiannya oleh dunia medis. Setelah dr. Shettles, banyak muncul penelitian lagi, yang sebagian besar membantah keberhasilan metode Shettles.

RH. Gray dari Johns Hopkins University dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology (1991) bahkan menyatakan bahwa metode Shettles bertentangan dengan data ilmiah yang ada. Hal ini makin diperkuat dengan penelitian Allen J. Wilcox, M.D., Ph.D., Donna Day Baird, Ph.D., dan Clarice R. Weinberg, Ph.D dalam artikel Human Reproduction (1995) dari National Institute of Environmental Health Sciences yang menyatakan bahwa waktu ovulasi tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Mereka malah berpendapat bahwa rentang waktu antara menstruasi dan ovulasilah yang memiliki hubungan, dimana semakin lama rentang waktunya, maka semakin besar kemungkinan mama untuk mendapatkan anak perempuan. Akan tetapi pendapat ini pun kembali dibantah oleh Gray di tahun 1998.

Namun, bila tertarik untuk mencoba mitos-mitos diatas, dr. Diana mengatakan boleh saja. "Kami tidak menjanjikan, karena semua kembali kepada Tuhan".


Keyword: merancang jenis kelamin | makanan yang menentukan jenis kelamin | mitos seputar merancang jenis kelamin
A PREGNANCY (TENTANG KEHAMILAN)
1. Hati-hati, ini dia yang harus Anda waspadai selama hamil
2. Tetap segar dan cantik meskipun hamil
3. Agar tetap bugar meskipun sedang hamil
4. Prolactinoma dan kehamilan
5. Bagaimana janin berkembang
[More...]
B PARENTING (MENJADI ORANG TUA)
1. Pentingnya lemak esensial untuk tumbuh kembang anak
2. Pengaruh buruk teman
3. 9 fakta kesehatan jaman dulu dan sekarang
4. Tips: membantu anak kikuk bergaul [sosialisasi anak]
5. Manfaat mendongeng sebelum anak tidur
[More...]
C WANITA (SEPUTAR PERMASALAHANAN WANITA)
1. Pahami masa subur
2. Memanjakan diri pasca nifas via spa vagina
3. Hamil diatas usia 35 tahun, pahami resikonya
4. Adakah masalahnya kedepan jika menunda-nunda jadi ibu?
5. Teknologi untuk merancang jenis kelamin
[More...]
D TEKNOLOGI
1. Inovasi Irigasi Untuk Masa Depan Yang Berkelanjutan
2. 10 Teratas Kemajuan Israel Dibidang Medis
3. Microresonator (Mengirimkan 40 Saluran Komunikasi dengan Satu Laser)
4. Cara memurnikan air limbah hanya menggunakan tanaman
5. Aplikasi Penghitung Sisa Hari Dalam Setahun (The Rest Of The Year)
[More...]
D SOURCE CODE VISUAL BASIC 6.0
1. Visual Basic Source Code (Transfer teks dari form ke ms-word)
2. Visual Basic Source Code (sysinfo atau informasi sistem komputer)
3. Visual Basic Source Code (software pembalik kata)
4. Visual Basic Source Code (software pengeja kata)
5. Visual Basic Source Code (IP tools)
[More...]
E KULINER (RESEP MASAKAN)
1. Resep Membuat Sambal Tuktuk khas Batak Toba
2. Cara Memasak Dali Ni Horbo
3. Resep Membuat Mie Gomak Medan
4. Resep Masakan Na Tinombur
5. Resep ayam napinadar
[More...]
F DESIGN & ART DENGAN ADOBE PHOTOSHOP CS
1. Efek Teks Fantastis menggunakan Photoshop (Teks Mosaic)
2. Efek Teks Fantastis menggunakan Photoshop (Teks Bergambar)
3. Efek Teks Fantastis menggunakan Photoshop (Teks Puding)
4. Efek Teks Fantastis menggunakan Photoshop (101 Dalmatians)
5. Efek Teks Fantastis menggunakan Photoshop (Teks Cut Out)
[More...]
G BELAJAR BAHASA INGGRIS SEHARI-HARI
1. A Break (Waktu Istirahat)
2. A conversation With A Stewardess (Percakapan Dengan Pramugari)
3. A New Neighbour (Tetangga Baru)
4. A New School Building (Gedung Sekolah Baru)
5. A Talk With A Stewardess (Percakapan Dengan Pramugari#2)
[More...]
H EFEK QUERY DARI MESIN PENCARI
1. Efek Dari Kombinasi Kata Kunci Pada Mesin Pencari#1
2. Efek Dari Kombinasi Kata Kunci Pada Mesin Pencari#2
3. Efek Dari Kombinasi Kata Kunci Pada Mesin Pencari#3
4. Efek Dari Kombinasi Kata Kunci Pada Mesin Pencari#4
5. Efek Dari Kombinasi Kata Kunci Pada Mesin Pencari#5
  [More...]