Jenis senjata kimia




Mungkin beberapa orang pernah mendengar mengenai senjata kimia. Keunikan senjata ini tidak seperti senjata api, bom atau senjata yang mengelurkan bunyi yang keras dan yang langsung membunuh target. Sifatnya adalah membunuh secara massal secara perlahan-lahan yang menggunakan media alam sebagai perantaranya.
Senjata kimia adalah suatu zat yang digunakan untuk membunuh, yang biasanya digunakan pada saat perang (operasi militer), melukai atau bahkan melumpuhkan dengan sangat serius dan berdampak pada efek psikologis pada orang yang terkena senjata tersebut.

Jenis senjata kimia dibagi 3 golongan berdasarkan fungsinya:
1. Senjata kimia syaraf/Nerve Agents
2. Senjata kimia untuk melepuhkan/Blister Agents, dan
3. Senjata kimia untuk mencekik/Choking Agents.

1. Senjata kimia syaraf/Nerve Agents
Kelompok ini adalah bahan kimia beracun khusus untuk perang. Dikembangkan sebelum dan selama berlangsungnya perang dunia II, berhubungan secara kimiawi dengan insektisida organophosphorus. Jenisnya adalah:
a. GA – tabun
b. GB – sarin
c. GD – soman
d. GF – cyclosarin
e. VX – methylphosphonothioic acid

Jenis “G” cenderung non-persistent sedangkan jenis “V” persistent. Beberapa jenis “G” dapat dikentalkan dengan berbagai zat untuk meningkatkan kekuatannya, oleh karena itu mampu menembus kulit. Pada suhu kamar GB adalah cairan yang mudah menguap dan karena itu relatif non-persistent. GD juga secara signifikan mudah menguap, seperti GA meskipun untuk tingkat yang lebih rendah. VX adalah cairan yang relatif non-volatile dan persistent. Sedikit saja uap terkena pada seseorang, itu sangat berbahaya. Dalam keadaan murni, cairan ini tidak berwarna. Dalam keadaan tidak murni, zat ini mungkin ditemui seperti cairan coklat kekuningan. Beberapa zat syaraf memiliki bau buah-buahan yang samar-samar. Efek yang ditimbulkan oleh GB dan VX, mampu membunuh sekitar 15 menit.

Toxicological Data
Ct = (Concentration time; mg•min/m3). Ukuran paparan gas, paparan uap yang efektif, ditentukan oleh konsentrasi gas (mg/m3) dan panjang paparan (min)
ECt50 = (Effective Concentration Time; mg•min/m3). Ct di mana paparan gas melemahkan 50% dari populasi dengan cara tertentu.
ICt50 = (Incapacitating Concentration Time; mg•min/m3). Ct di mana gas melumpuhkan 50% dari populasi yang terkena.
LCt50 = (Lethal concentration time; mg•min/m3). Ct di mana gas membunuh 50% populasi yang terkena.
LD50 = (Lethal dose; mg). Dosis atau jumlah di mana substansi membunuh 50% populasi yang terkena.
RMV = (Respiratory minute volume; liters/min). Volume udara yang dihirup per menit.
2. Senjata kimia untuk melepuhkan/Blister Agents
Senjata kimia ini bersifat melepuhkan yang mengakibatkan pembengkakan bagian tubuh yang terkena zat tersebut, sehingga pada saat perang, lawan harus menggunakan peralatan pelindung, sehingga membuat lawan menjadi tidak efektif lagi. Zat ini dapat diperkuat, sehingga mampu mencemari medan perang, kapal laut, pesawat terbang, kendaraan atau peralatan lainnya. Membakar dan melepuhkan kulit atau bagian tubuh yang terkena zat tersebut.
Zat ini terdiri dari:
a. HD – sulfur mustard, atau yperite
b. HN – nitrogen mustard
c. L – lewisite
d. CX – phosgene
3. Senjata kimia untuk mencekik/Choking Agents
Zat kimia yang mampu menyerang paru-paru, terutama menyebabkan edema paru, diklasifikasikan sebagai zat perusak paru-paru.
Zat ini terdiri dari:
1. CG – phosgene
2. DP – diphosgene
3. Cl – chlorine
4. PS – chloropicrin

Kekuatan racun pada gas beracun tak berwarna ini adalah jenis kelompok kimia tertentu yang dapat merusak paru-paru. Jenis gas ini dianggap yang paling berbahaya. Senjata ini dipergunakan pertama kalinya tahun 1915 dan menyebabkan kematian sebanyak 80% dari korban yang terkena dampak senjata kimia ini pada perang dunia I.

Gas ini tidak berwarna dibawah suhu dan tekanan normal, titik didih 8.2°C, sehingga zat ini sangat mudah menguap. Kepadatan uap 3.4 kali dari udara, oleh karena itu apabila sudah tercemar keudara, ia sangat susah dinetralisir dan membutuhkan waktu yang lama. Dalam konsentrasi rendah, ia memiliki bau seperti jerami yang baru dipotong.