Belum juga hamil? kenali penyebab ketidaksuburan

Pesta pernikahan telah usai dan bulan madupun telah dilalui dengan mulusnya. Tetapi kesuksesan suami-istri memadu kasih selama bulan madu, belum tentu dapat langsung membuat istri menjadi hamil.

Penyebab ketidaksuburan

Setahun dan dua tahun ditunggu, Anda berdua masih santai-santai saja. Tetapi bagaimana bila lama menunggu, namun belum juga ada titik terang apakah buah hati akan meramaikan rumah Anda. Seiring bertambahnya usia, kekhawatiranpun semakin melanda.

Pada dasarnya, setiap suami istri yang sehat pasti memiliki kesempatan untuk memiliki anak. Hanya saja, banyak juga pasutri yang kurang sabar untuk menunggu masa-masa membahagiakan itu tiba.

Di sisi lain, sekitar 12 hingga 15 persen wanita juga dapat mengalami ketidaksuburan (infertilitas). Namun bukan berarti penanganan ketidaksuburan semata-mata menjadi urusan istri saja, karena keikutsertaan suami pun tak kalah penting.

Meski sekitar 45 persen penyebab ketidaksuburan ada dipihak wanita, namun 40 persen sisanya juga akibat ketidaksuburan suami. Sementara 15 persen lainnya, belum dapat dijelaskan (unexplained).

Secara umum, ketidaksuburan dikaitkan dengan 5 faktor berikut ini:
1. Usia
Kemampuan wanita untuk hamil, paling tinggi adalah di usia 24 tahun, kemudian menurun pada usia 25 tahun dan semakin drastis saat mencapai usia 35 tahun. Penurunan ini disebabkan oleh karena berkurangnya jumlah dan kualitas sel telur dalam indung telur, sehubungan bertambahnya usia. Pada pria, usia juga mempengaruhi kesuburan dan meningkatkan resiko pada janin.
2. Merokok
Merokok terbukti menghambat perkembangan embrio dan menghambat implantasi atau proses tertanamnya embrio kedinding rahim. Kemudian, fungsi indung telur pun akan menurun dan keguguran atau bayi lahir premature meningkat. Pada pria, merokok sangat berhubungan dengan penurunan jumlah dan kualitas sperma, serta meningkatkan impotensi.
3. Alkohol
Wanita yang 'gemar' menenggak alkohol, dapat mempengaruhi kesuburan dan kelainan pada janin (sindroma alcohol-janin). Pada pria, alkohol mempengaruhi kualitas sperma.
4. Kafein
Konsumsi kafein juga dapat menurunkan kesuburan wanita dan meningkatkan resiko keguguran serta bayi lahir dengan berat yang rendah. Pada pria, belum jelas resiko penurunan kesuburannya sehubungan dengan konsumsi kafein.
5. Berat badan (BB)/indeks massa tubuh
Untuk mengetahui apakah seseorang mempunyai BB sesuai atau tidak, maka indeks massa tubuh bisa ditentukan melalui berat badan dan tinggi badannya.
Wanita dengan BB lebih, membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil dibanding wanita dengan BB normal. Kegemukan atau obesitas pun dapat meningkatkan terjadinya keguguran spontan, diabetes kehamilan, dan hipertensi. Sebaliknya, wanita dengan BB kurang juga akan menurunkan kesuburan secara umum. Pria dengan BB lebih, cenderung menurun tingkat kesuburannya.

 


Keyword: penyebab ketidaksuburan | faktor-faktor penyebab infertilitas | penyebab infertilitas | makanan penyebab ketidaksuburan