Mengenali gejala hipospadia dan cara penanganannya

Hipospadia adalah keadaan dimana ujung uretra terletak dibawah penis. Seharusnya, lubang tersebut berada di ujung penis. Uretra adalah saluran untuk membuang urin dari kandung kemih.

Sebenarnya, hipospadia merupakan kondisi yang sering dijumpai. Dan, operasi bisa memperbaiki tampilan penis anak. Selain itu, pasca operasi, fungsi seksualnya dimasa dewasa unumnya tidak akan terganggu.

Hipospadia

Apa gejalanya? Ujung uretra tidak berada diujung penis, penis membengkok (tertekuk) kebawah, hanya separuh kepala penis yang tertutup kulup (seolah sudah disunat), serta arah pancaran urin saat buang air kecil tidak seperti anak laki-laki lain. Umumnya, penyebab hipospadia tidak diketahui.

Pada sebagian kasus, kondisi ini diturunkan secara genetik. Tapi, resiko terkena hipospadia bisa meningkat pada ibu yang usianya agak lanjut, atau pada kehamilan inseminasi buatan (mungkin akibat paparan terhadap hormon progesteron). Pada janin, pembentukan penis dipengaruhi oleh beberapa hormon. Nah, hipospadia terjadi bila hormon tersebut tidak bekerja dengan baik. Bentuk uretra pun abnormal.

Penanganannya, segera ke dokter bedah urologi (bedah sistem perkemihan) anak. Idealnya, operasi dilakukan ketika anak berusia 3 - 18 bulan. Dokter akan melakukan reposisi muara uretra. Jika tidak dioperasi, anak akan mengalami kesulitan saat berkemih, karena arah pancaran urinnya abnormal. Bila tidak diterapi, saat dewasa, anak akan mengalami kesulitan saat bercinta.


Keyword: gejala hipospadia | cara menangani hipospadia | tanda-tanda hipospadia | faktor penyebab hipospadia | hipospadia