Adakah masalahnya kedepan jika menunda-nunda jadi ibu?

Tidak ada masalah jika memang belum siap jadi ibu. Wanita karir masa kini makin terbuka harapan untuk tetap bisa menimang bayi meski sudah memasuki usia "senja". Hasil riset teranyar di Universitas Tel Aviv membuktikan wanita menunda punya momongan kini tak lagi masalah. Meski risiko tetap tinggi, tetapi penanganan di NICU secara tepat mampu menyelamatkan nyawa bayi, seperti diungkapkan Prof. Yariv Yogev dari Universitas Tel Aviv School of Medicine dan Hospital for Women di Rabin Medical Center.

Alasan karir menunda kehamilan

Bekerja sebagai dokter ahli di Israel yang mendukung program bayi tabung (in vitro fertilization/IVF) bagi yang berusia tak lagi muda, prof. Yogev dan koleganya meneliti lebih dari 45 ibu dan anak-anak. Hasil penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Obstetrics & Gynecology, prof. Yogev melaporkan lebih dari 200 kelahiran berhasil diselamatkan pada wanita usia diatas 40 tahun. Termasuk dalam studi ini 177 wanita yang berusia 45 tahun dan 20 lainnya berusia 50 tahun.

Dengan peralatan yang semakin canggih maka faktor risiko bisa ditekan sekecil mungkin. Meski risiko pre-eklampsia dan diabetes selama kehamilan tetap ada pada ibu hamil berusia diatas 40 tahun.

Komplikasi pada ibu yang baru hamil di usia 40-an 300% berisiko diabetes dan hipertensi. Juga berisiko melahirkan prematur dan plasenta previa. Hasil penelitian prof. Yogev menemukan 9% menderita hipertensi pada ibu > 40 tahun dan 3% pada mereka yang berusia lebih muda. Usia kehamilan rata-rata hanya sampai > 37 pekan dan bayinya saat lahir mengalami masalah metabolisme. Meskipun semua komplikasi tersebut dapat diatasi. Penelitian sepenuhnya dilakukan di Rabin Medical Center Israel tempat Prof. Yogev berpraktek sebagai dokter obgyn.


Keyword: resiko menunda kehamilan |  dampak menunda kehamilan | menunda kehamilan | cara menunda kehamilan | tips menunda kehamilan