Kalsium untuk ibu hamil

Silent Disease, demikian julukan yang diberikan pada osteoporosis. Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang.

Cukupi kalsium untuk tubuh

Osteoporosis dapat dicegah sejak bayi masih dalam kandungan. Sang ibu harus mengkonsumsi kalsium dengan cukup sehingga tulang bayi dalam kandungan tumbuh optimal dan tidak mengambil cadangan kalsium dari tulang ibu.

Wanita memiliki resiko osteoporosis 4 kali lebih besar dari pria. Pada masa menopause dan kira-kira 5 tahun setelahnya massa tulang akan berkurang dengan sangat drastis karena penurunan dan hilangnya hormon estrogen. Dengan turunnya kadar hormon estrogen, maka proses osteoblast (pembentukan tulang) terhambat, sementara proses osteoclast (pengeroposan tulang) terus berjalan.

Dr. Tanya TM Rotikan, SpKO dalam paparannya menyambut Hari Osteoporosis Nasional yang bertepatan dengan hari Osteoporosis Sedunia tanggal 20 Oktober mengatakan bahwa tubuh secara alami memiliki mekanisme remodelling (osteoclast dan osteoblast) tulang.

Agar proses remodelling ini berjalan seimbang sebaiknya wanita atau ibu hamil harus:
  1. Mencukupi asupan kalsium dan vitamin D. Konsumsi kalsium setiap hari. Dosis harian yang dianjurkan untuk usia produktif adalah 700-1000 mg/hari termasuk untuk ibu hamil atau sedang menyusui. Sedangkan untuk lansia dianjurkan 1200 mg/hari. Kepadatan tulang maksimum umumnya tercapai pada usia sekitar 30 tahun. Untuk ibu, konsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif membangun kepadatan tulang. Sementara vitamin D yang dianjurkan untuk wanita/ibu hamil sebaiknya tak kurang dari 200 IU/hari untuk wanita/ibu mengandung usia dibawah 50 tahun dan 400 IU/hari untuk ibu/wanita diatas 50 tahun. Vitamin D ini berguna untuk menjaga kalsium dalam darah dalam jumlah tertentu.
  2. Mendapat paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari pagi/sore yang cukup (sekurangnya 15 menit/hari) dapat membantu tubuh menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh dalam pembentukan massa tulang.
  3. Melakukan olahraga. Latihan fisik BBTT yang Baik (ikuti aturan), Benar (cocok dengan individu masing-masing), Teratur (berkesinambungan) dan Terukur (intensitas yang sesuai) bermanfaat dalam memelihara dan meningkatkan massa tulang. Oleh sebab itu, latihan fisik (BBTT) dapat dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyakit osteoporosis. Sementara berenang dianggap tidak efektif sebagai olahraga yang dapat meningkatkan kepadatan tulang karena saat berenang seluruh massa tubuh akan ditopang oleh berat jenis air.
  4. Menghindari gaya hidup tak sehat. Rokok, alkohol, kafein dapat memberikan efek yang signifikan dalam menurunkan resiko osteoporosis. Pencegahan osteoporosis sendiri dapat diusahakan oleh masing-masing individu untuk memaksimalkan massa tulang pada semua usia dan jenis kelamin serta menurunkan resiko patah tulang dengan cara:
              a. Pencegahan  primer:
                  Tetap sehat jangan sampai terkena osteoporosis, cukupi asupan kalsium sejak anak-anak.
              b. Pencegahan sekunder:
                  Bila sudah osteoporosis, jangan sampai terjadi patah tulang.
              c. Pencegahan tertier:
                  Bila terjadi patah tulang, jangan sampai cacat.

Mengingat satu siklus remodelling tulang terjadi setidaknya dalam kurun waktu 6 bulan, maka setiap individu sebaiknya memeriksakan kepadatan tulang sekurangnya setahun sekali. Ayo ibu, periksa kepadatan tulang sekarang sebelum terlambat.


Keyword: kalsium untuk ibu hamil | cara mencegah osteoporosis | dampak kekurangan vitamin D