Pilih pil atau kondom ya?

Pilihan untuk ber-KB kini semakin mudah dan banyak pilihan. Tetapi yang paling populer dipilih untuk pencegahan kehamilan adalah pil dan kondom.

Kondom dapat melindungi Anda dari kehamilan yang tak direncanakan. Kondom juga diyakini dapat mencegah penularan infeksi akibat hubungan seksual. Namun demikian kondom tidak 100% efektif mencegah kehamilan.

Sehingga pemakaian kondom lebih baik dipadukan dengan metode pencegah kehamilan lainnya, seperti pemakaian "sponge" atau spermisida. Selain kondom untuk pria, kini juga sudah tersedia kondom untuk wanita.

Kondom wanita memiliki dua cincin atau ring, Saat kondom ini dimasukkan ke dalam vagina satu cincin berada di luar vagina dan pada ujung kondom yang masuk ke dalam vagina juga terdapat cincin. Gunanya untuk menahan agar kondom tetap berada ditempatnya dan tidak masuk semua ke dalam vagina. Meskipun demikian pemakaiannya memang sedikit ribet dan harganya juga lebih mahal daripada kondom untuk pria.

 Alat-alat kontrasepsi

Kalau Anda ingin memilih pil kontrasepsi, kini sudah tersedia pil dengan kandungan hormon lebih rendah yang bisa mengurangi keluhan efek samping. Terutama untuk ibu menyusui, pil juga tidak mempengaruhi jumlah ASI.

Pil kontrasepsi jika digunakan dengan tepat dan teratur bisa dikatakan 99% efektif untuk mencegah kehamilan. Pil bekerja dengan kandungan hormon estrogen dan/atau hormon progesteron. Hormon inilah yang kemudian bekerja mencegah terjadinya pembuahan.

Sebagian pil ada yang bekerja dengan menebalkan dinding serviks sehingga sperma tidak bisa melanjutkan perjalanan bertemu sel telur.

Secara bersama-sama kedua metode ini memang paling banyak diminati, bahkan diseluruh dunia. Karena dianggap paling efektif dan nyaman. So, jika Anda memutuskan untuk merencanakan ber-KB, tinggal membicarakannya pada pasangan Anda.


Keyword: alat-alat kontrasepsi | cara mencegah kehamilan | kontrasepsi untuk wanita | kontrasepsi untuk pria | dampak penggunaan kontrasepsi