Prolactinoma dan kehamilan


Mendengar nama tumor ini boleh jadi belum banyak yang tahu. Prolactinoma adalah sejenis tumor jinak pada kelenjar pituitary dan menyebabkan meningkatnya produksi hormon prolaktin. Tipe tumor ini paling sering ditemukan pada kelenjar pituitary.

Kelenjar Pituitary


Gejala paling menonjol adanya peningkatan jumlah prolaktin dalam darah yang disebut hyperprolactinemia akibat tekanan tumor terhadap jaringan disekitarnya. Gejala yang mungkin menyertainya antara lain: fertilitas, sakit kepala dan gangguan penglihatan. Sedangkan untuk penyembuhannya bisa dengan obat-obatan bahkan disertai operasi. Sayangnya sampai kini belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Prolactinoma lebih banyak diderita kaum perempuan daripada laki-laki. Jika terjadi pada perempuan, gejala yang dirasakan antara lain:
  1. Perubahan siklus haid, jarang terjadi dan bahkan bisa sampai berhenti.
  2. Kekeringan vagina yang mengakibatkan sakit saat berhubungan intim.
  3. Memproduksi air susu meski tidak hamil dan menyusui.
  4. Kesuburan terganggu.
  5. Menurunnya libido.
Prolactin
 Jika terjadi pada pria:
  1. Terjadi penurunan fungsi seksual (impoten).
  2. Sakit kepala.
  3. Penglihatan terganggu karena syaraf mata ikut terganggu.
  4. Kehilangan libido.
Gejala prolactinoma tidak sama dengan setiap individu karena tergantung pada besarnya tumor dan letak tumor dikelenjar pituitary serta jenis kelamin penderita. Untuk menentukan diagnosa, dokter biasanya menanyakan riwayat kesehatan keluarga dan jenis obat-obatan yang selama ini diminum. Biasanya dilakukan juga tes kadar prolaktin pada darah wanita yang mengalami keluar air susu tanpa sebab (galactorrhea), haid tak menentu atau infertilitas. Pada pria karena masalah fungsi seksual dan pada kasus langka juga keluar air susu. Jika prolaktinnya tinggi, dokter juga akan meneliti fungsi tiroidnya dan menanyakan kondisi kesehatan serta obat yang diduga menyebabkan peningkatan prolaktin. Selanjutnya dilakukan pemindaian dengan alat MRI (Magnetic Resonance Imaging) yang bisa mendeteksi keberadaan tumor pituitary dan melihat ukuran tumornya. Pemindaian berulang dilakukan untuk mengetahui perkembangan tumor dan efek setelah penderita mendapatkan pengobatan. Pemindaian Computer tomography (CT Scan) juga dilakukan untuk melihat pencitraan pituitary meski kurang sensitive ketimbang MRI.

Pengobatan prolactinoma dilakukan dengan tujuan:
  1. Mengembalikan sekresi prolaktin kembali normal.
  2. Menurunkan ukuran tumor.
  3. Memperbaiki fungsi pituitary kembali normal.
Pengobatan dilakukan dengan cara memberikan obat-obatan, pembedahan dan terapi radiasi.

Selama ini pengobatan yang paling banyak dilakukan adalah dengan bromocriptine atau cabergoline yaitu obat sejenis dopamine yang direkomendasikan oleh FDA. Dengan obat ini, diharapkan tumor mengecil dan mengembalikan kadar prolaktin menjadi normal dan 80% menunjukkan keberhasilan.

Prolactinoma dan kehamilan:
Wanita yang mengalami prolactinoma tetap bisa hamil setelah mendapatkan pengobatan yang memadai. Dokter kemudian akan mengevaluasi termasuk hasil pemindaian MRI dan CT. Oleh sebab itu sebelum mempersiapkan kehamilan, sebaiknya konsultasikan kondisi prolactinoma yang diderita agar dokter dapat mengevaluasi dan menentukan kapan Anda boleh hamil.

Selain itu jika sudah dipastikan hamil, dokter akan segera meminta untuk menghentikan minum obat bromocriptine atau cabergoline. Ibu tetap bisa melanjutkan kehamilannya namun dengan pengawasan ketat dari dokter kebidanan dan dokter ahli endokrinologi. Sebab dikhawatirkan akan menyebabkan gangguan pada syaraf penglihatan.

Apakah boleh menggunakan pil kontrasepsi?
Ada dugaan pil kontrasepsi memicu pembesaran prolactinoma. Namun belum ada bukti pil kontrasepsi memicu penyebab berkembangnya prolactinoma. Menurut emedtv.com, penderita prolactinoma yang diberi obat bromocriptine atau cabergoline juga menggunakan kontrasepsi dan tetap aman.


Keyword: tumor | prolactinoma | bromocriptine | endokrinologi | cabergoline | prolaktin | pituitary | CT Scan | MRI | Magnetic Resonance Imaging | tiroid | infertilitas | hyperprolactinemia