Teknologi untuk merancang jenis kelamin

Inilah beberapa teknologi untuk merancang jenis kelamin.

Kemajuan teknologi medis memungkinkan dilakukannya perancangan jenis kelamin calon bayi. Sayangnya, biayanya mahal dan belum ada jaminan bahwa Anda pasti hamil setelah mencobanya. Teknologi apa saja?

1. Microsoft Sperm Sorting


Inilah teknologi memisahkan sperma X dan sperma Y. Setelah dipilih, sperma dimasukkan ke rahim saat mama mengalami ovulasi. Tingkat keberhasilannya mencapai 91% untuk mendapatkan anak perempuan, serta 26% untuk mendapatkan anak laki-laki. Catatan: Teknologi medis ini hanya dilakukan di Amerika.


2. PGD (Preimplantation Genetic Diagnosis) Dan PGH (Preimplantation Genetic Haplotyping)

 Preimplantation Genetic

Umumnya, digunakan di Amerika untuk mengurangi resiko cacat genetik pada calon bayi. Sebelum di masukkan ke rahim mama, kondisi penyakit genetik bahkan jenis kelamin embrio dapat diketahui. Catatan: Negara-negara Eropa, seperti Inggris dan Italia, melarang praktek PGD yang memiliki tujuan memilih jenis kelamin. Mengapa? Sebab, embrio yang tidak 'terpilih' bisa 'dibuang'. Hal ini membuat banyak calon orang tua sengaja mengunjungi Amerika untuk merancang jenis kelamin anak mereka. Ya, Amerika memang melegalkan praktek ini.

3. The Ericsson Method


Pada dasarnya, hampir sama dengan Microsoft. Hanya saja proses pemisahan sperma pada metode Ericsson menggunakan larutan protein bernama albumin. Biayanya lebih murah dan sudah digunakan dibanyak negara Eropa dan Amerika. Sayangnya, keefektifan dari metode ini masih belum terbukti.


Keyword: teknologi merancang jenis kelamin | jenis teknologi merancang jenis kelamin | microsoft sperm sorting | preimplantation genetic diagnosis | preimplantation genetic haplotyping | the ericsson method