Trik agar si kecil cepat terlelap

Kehadiran si malaikat kecil ke dunia adalah suka cita Anda dan pasangan. Seiring suka cita itu, tangisan sang malaikat kecil akan meramaikan suasana rumah, khususnya di malam hari. Alhasil, selain harus melek saban malam, untuk berapa lama, Anda pun tak akan mendapatkan malam yang hening seperti malam-malam sebelumnya.

Memang, sebagai orang tua baru, Anda dan suami harus menyesuaikan diri dengan pola tidur si kecil yang kerap melek di malam hari. Penasaran kenapa si kecil sering kali terbangun di waktu malam? Menurut dr. Rini Sekartini, SpA (K), Konsultan Tumbuh Kembang Anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jakarta, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur anak di malam hari. Masalah fisik seperti rasa lapar dan haus serta adanya gangguan pada gigi, telinga, kulit, saluran cerna, saluran nafas, saluran kemih, otot dan tulangnya.

Bayi agar cepat terlelap

Tahapan perkembangan anak, pola asuh, temperamen, aktivitas dan faktor lingkungan juga menjadi pencetus lain yang menyebabkan kualitas tidur malam terganggu. Salah satu cara mudah agar tidur malam si kecil tidak terusik, dokter Rini menyarankan kepada para orang tua untuk tidak meletakkan bayi dalam satu ranjang, melainkan terpisah.

Sama seperti orang dewasa, bayi juga membutuhkan waktu tidur yang cukup sesuai dengan usianya. Bayi baru lahir misalnya, membutuhkan waktu tidur selama 16-20 jam/hari. Begitu memasuki usia 2-12 bulan jumlah waktu tidur yang harus dipenuhi mencapai 9-12 jam. Seiring bertambahnya usia yakni 12 bulan hingga 3 tahun jumlah tidur yang harus dipenuhi sekitar 12-13 jam/hari.

Pola tidur masing-masing bayi atau balita memang bervariasi. Tetapi satu bulan setelah bayi lahir, ritme tidur dan bangun yang rutin sudah mulai terbentuk. Jika hingga usia 6 bulan bayi Anda masih belum mempunyai pola tidur yang relatif teratur, hal ini dapat dicurigai. Bisa jadi ini pertanda bahwa bayi Anda mengalami masalah dengan tidurnya.

Tidur untuk seorang bayi bukan hanya sekedar istirahat belaka, tetapi haruslah berkualitas. Dokter Rini memaparkan bahwasanya tidur yang berkualitas merupakan hal yang sangat penting untuk proses tumbuh kembang yang optimum untuk sang bayi. Karena saat ia terlelap, aktivitas regenerasi sel-sel tubuh dan tumbuh kembang otak bayi justru pada puncaknya.

Untuk memperoleh tidur yang berkualitas, bayi harus melewati dua tahap tidur terlebih dahulu. Pertama, tidur dalam atau tidur Non-Rapid Eye Movement (Non-REM) yang berperan penting dalam perbaikan sel-sel tubuh dan produksi hormon pertumbuhan yang maksimal sekitar 75 persen. Kedua, tidur aktif atau yang biasa disebut tidur rem. Pada tahap ini metabolisme otak berada ditingkat paling tinggi sehingga berpengaruh pada pemulihan emosi dan kognitif bayi.

Namun sayangnya, belum banyak orang tua yang menyadari bahwa tidur berkualitas merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan balitanya, tukas dokter Rini.

Trik Agar Si Kecil Cepat Terlelap

1. Berikan ASI sesuai jadwal menyusui, karena ketika kondisi perut si kecil telah kenyang maka akan lebih cepat tidur.

2. Agar tidur si kecil terlelap, ciptakan suasana tenang dengan udara yang segar, serta pengaturan cahaya yang cukup (agak gelap) dalam ruang tidurnya.

3. Jadwal mandi sorenya juga bisa Anda manfaatkan. Caranya, gunakan air hangat dan jangan lupa pijat ia dengan lembut agar tubuh bayi Anda rileks. Dengan begitu ia pun akan cepat mengantuk di malam hari.

4. Sebagai teman pengantar tidur, Anda bisa mendengarkan musik nan lembut atau bisa juga dengan membacakan dongeng sejenak.


Keyword: tips agar bayi cepat tidur |pola tidur bayi | jam-jam tidur bayi | cara agar bayi terlelap