Waspadai depresi pada ibu hamil

Depresi pasca melahirkan ternyata dimulai justru saat masih hamil. Hal ini terungkap dari hasil penelitian yang dirilis Mother and Baby Unit South London & Maudsley NHS Foundation Trust (SLaM), di Inggris.

 Bahaya depresi saat hamil

Penelitian yang dimuat dalam british Journal of Psychiatry ini menyebutkan bahwa wanita yang menderita keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan lebih mudah menderita depresi selama hamil sampai pasca melahirkan pada kehamilan berikutnya.

SLaM Mother and Baby Unit berulangkali menemukan wanita yang menderita depresi selama kehamilan atau sakit mental serius yang berulang ketika hamil lagi. Dr. Trudi Seneviratne, konsultan psikiatri di SLaM Mother and Baby Unit mengatakan bahwa depresi biasanya terjadi setelah melahirkan meski tidak selalu terjadi kasus yang sama. "Depresi pasca melahirkan dapat dipahami mengapa terjadi, karena depresi biasanya dipicu oleh kelahiran," katanya.

Depresi yang terjadi pasca melahirkan memang yang paling umum dijumpai. Meski ternyata depresi juga bisa terjadi selama kehamilan. "Tapi umumnya karena ada riwayat sakit mental yang berulang," tegasnya.

Dr. Seneviratne menekankan pentingnya membedakan depresi pasca melahirkan (postnatal depression/PND) dengan baby blues atau postnatal blues. 60-70% wanita mengalami baby blues yang dapat pulih setelah beberapa hari melahirkan. Beda dengan depresi selama hamil sampai pasca melahirkan yang bisa berulang. Karena itu sangat penting ibu bisa bertahan dari depresi dan memahami bahwa depresi bukan berarti dia tidak sayang atau tidak peduli pada bayinya.


Keyword: dampak stres pada ibu hamil | penyebab stres pada ibu hamil | mengatasi stres saat hamil