Membaca Pikiran Dengan Cahaya Infra Merah

Membaca Pikiran Dengan Cahaya Infra Merah. Sebuah sensor optik yang ditempelkan di dahi dapat melakukan pekerjaan yaitu, memonitor EEG (ElectroEncephaloGraphy) maupun MRI (Magnetic Resonance Imaging), yang memungkinkan alat monitoring portable pada aktivitas otak pasien maupun peralatan kontrol yang menempel ditubuh pasien yang berkebutuhan khusus (cacat fisik).

Membaca Pikiran
[ Ilustrasi: Ehsan Kamrani/Sekolah Medis Harvard ]

Sejauh ini, belum ada satupun perangkat portable yang dapat melakukan pencitraan pada otak yang dapat melakukan pemantauan secara terus menerus. Malahan, laporan singkat pembacaan yang diambil di Rumah Sakit pada pasien stroke atau pasien epilepsi baru bisa diperoleh setelah berjam-jam atau bisa juga seharian. Pembacaan dapat dikirim ke smartphone, kemudian dikirimkan kedokter, atau bahkan memberikan peringatan jika masalah lainnya sudah dekat.

Sebuah sistem electroencephalography optik (EEG) akan menggunakan sebuah lampu LED dan sensor cahaya (photodetector) yang beroperasi di dekat bagian spektrum infra merah, dengan sebuah panjang gelombang antara 650 dan 950 nm (nano meter). Panjang gelombang ini dapat menembus beberapa sentimeter ke dalam jaringan otak dan mudah membedakan mana darah yang beroksigen maupun yang ter-deoksigenasi, memberikan informasi ringkas mengenai aliran darah dan aktifitas pada otak yang diambil oleh fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging). Sistem ini dinamakan "functional near-infrared spectroscopy", bisa ditempelkan pada dahi dimana dapat membaca pikiran yang lebih rumit.

Selain membutuhkan mesin yang besar, fMRI hanya mengukur apa yang disebut dengan respon "hemodinamik", pengukuran lambat secara relatif dari aktivitas otak. Disisi lain, EEG hanya mengambil aktifitas listrik neuron yang cepatnya saja. Namun perubahan pada aliran darah adalah respon pada tembakan neuron, dan Kamrani menjelaskan bahwa dia dapat menggunakan tipuan statistik untuk menerjemahkan pembacaan pada aliran darah pasien ke aktifitas kerja neuron, sehingga EEG secara efektif mengukur kedua sinyal. Misalnya, ketika otak menembakkan neuron yang meminta "mengangkat tangan kanan", disitu bisa dilihat adanya peningkatan aktifitas disebuah area yang spesifik pada otak yang direfleksikan kedalam aliran darah. Metode tersebut sudah kuno.

Namun Kamrani yakin ini akan terbukti cukup nyata, seseorang tidak mampu mengendalikan mouse maupun keyboard karena mengalami cacat fisik, namun bisa mengirimkan perintah ke komputer hanya dengan menggunakan pikiran saja.

Meskipun EEG optik masih hanya pada tahap konsep pembuktian, Kamrani mengatakan dengan percobaan yang cukup untuk membuktikan pengukurannya, alat tersebut akan bersiap-siap untuk dikomersilkan dalam jangka dua atau tiga tahun kedepan..

 

Keyword: Membaca Pikiran Dengan Cahaya Infra Merah | EEG (ElectroEncephaloGraphy) | Nanoteknologi | MRI (Magnetic Resonance Imaging)