Studi Israel: minuman soda menyebabkan kerusakan hati

Studi Israel: minuman soda menyebabkan kerusakan hati. Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan di Israel mengungkapkan bahwa terlalu banyak minum manisan soda dan jus buah dapat menyebabkan kerusakan hati dalam jangka panjang. Minum air putih adalah pencegahan terbaik untuk kesehatan jangka panjang.

Ini mungkin ide yang baik untuk menggantikan jus bersama kotak makan siang anak Anda dengan sebotol air mineral. Seorang dokter di Israel memiliki berita buruk bagi industri minuman. Menurut Dr. Nimer Assy, orang yang minum lebih dari satu liter (sekitar empat cangkir) minuman manis sehari memiliki resiko lima kali lebih besar terkena penyakit liver. "Dalam jangka panjang, ini berkontribusi banyak menyebabkan penyakit diabetes dan penyakit jantung", kata seorang Doctor yang bekerja di Ziv Medical Center, Haifa.

Sementara biang keladinya diketahui seperti manisan soda berkarbonasi yang masuk ke daftar "no-nos" atau makanan/minuman yang mengandung gula, jus buah segar termasuk juga didalamnya. Temuannya dilaporkan kedalam Journal of Hepatology., dimana Dr. Nimer Assy, seorang spesialis dibidang penyakit dalam, penyakit liver dan transplantasi hati dan direktur di bagian unit penyakit liver Ziv Medical Center, memperingatkan bahwa minuman yang disebutkan diatas dapat menyebabkan kerusakan dalam jangka panjang.

Dalam studinya, Dr. Nimer Assy mengikuti 90 pasien sehat tanpa resiko yang dirasakan untuk penyakit fatty liver. Ia menemukan sekitar 80 persen pasien dalam studi tersebut didiagnosa dengan gejala fatty liver karena kebiasan meminum lebih dari setengah liter (sekitar dua gelas) minuman ringan yang manis (minuman berkarbonasi) setiap harinya, hanya 17 persen dari mereka yang tidak memiliki gejala fatty liver.

Jangan Memeras Atau Mengunyah!
Bahan yang terkandung dalam soda dan jus yang menyebabkan kerusakan adalah gula buah yang disebut fruktosa, dimana bahan ini sangat mudah diserap oleh hati/liver. Hal tersebut tidak mempengaruhi produksi insulin dan langsung menuju kehati dimana fruktosa tersebut langsung diubah menjadi lemak. Kelebihan fruktosa kemungkinan besar akan membuat Anda menderita penyakit fatty liver (hati berlemak), yang dapat menyebabkan sirosis hati atau kanker hati, kata Dr. Nimer Assy.

Seorang ayah dari lima orang anak yang tinggal di pedesaan Arab Kristen di Fassuta di wilayah Galilea Israel, mengaku bahwa anak-anaknya suka minum Coke. Namun, nasehatnya kepada orang tua lainnya agar membatasi anak-anak mereka meminum minuman yang bersoda dan minuman manisan, yang alami maupun yang buatan, tidak lebih dari satu cangkir sehari.

Untuk mengambil manfaat yang optimal dari buah yang tidak menyebabkan kerusakan pada liver adalah dengan cara memakannya secara utuh. Jeruk yang alami memiliki serat yang mencegah fruktosa diserap oleh hati. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, ia menyarankan agar meminum jus buah yang dicampur dengan bubur tambahan didalamnya.

Studi Dr. Assy ini terdorong oleh apa yang dilihatnya pada pasiennya di klinik. "Baru-baru ini kami melihat bahwa banyak pasien yang datang ke klinik dengan infiltrasi lemak pada hati. Biasanya kami melihat ini terjadi pada pasien yang obesitas, diabetes dan pengkonsumsi alkohol berat. Namun kami heran, beberapa orang diantara pasien kami bisa terkena fatty liver meskipun kelihatannya tidak obesitas, diabetes dan pengkonsumsi alkohol", kata Dr. Assy.

Minuman Diet Juga Patut Dicurigai
Dr. Assy memulai studinya dengan bertanya pada pasien-pasiennya. Sebanyak 90 orang per kelompok (dengan rasio 50:50 perempuan dan laki-laki, usia 40 sampai 50) mengisi formulir, penjelasan mengenai penyakit merekapun mulai bermunculan. Mereka ditanya tentang aktivitas fisik, asupan kalori per hari dan jumlah minuman ringan yang mereka minum perhari.

"Kami menemukan orang-orang yang minum lebih dari dua kaleng Coke sehari berpeluang untuk mengalami fatty liver, dan jika tidak diobati maka bisa berdampak pada penyakit jantung dan sirosis hati juga meningkat", kata Dr. Assy. Ketika Dr. Assy berbicara mengenai minuman ringan, Dr. Assy juga sebenarnya sedang diet mimunan ringan yang dicampur. Dengan data yang tidak meyakinkan yang tertera pada minuman diet, ia percaya bahwa minuman diet mengandung pemanis buatan yang dapat memiliki efek yang sama. Sementara minuman diet yang tidak mengandung bahan fruktosa, mereka memiliki kandungan aspartam dan karamel pewarna. "Kedua-duanya dapat meningkatkan resistensi insulin dan dapat menyebabkan hati berlemak", kata dokter.

Dr. Assy berencana melakukan studi yang lebih luas dari efek minuman pemanis buatan terhadap kesehatan, dan ia menduga bahwa temuannya mungkin akan menjadi batu sandungan bagi industri minuman.

 

Keyword: Efek Minuman Bersoda Bagi Kesehatan | Faktor Penyebab Hati Berlemak | Faktor Penyebab Fatty Liver