Tips Dan Cara Mempertahankan Agar Rumah Tangga Langgeng

Tips Dan EdukasiTips Dan Cara Mempertahankan Agar Rumah Tangga Langgeng. Siapa yang tidak mau hubungan rumah tangganya awet hingga kematian yang memisahkan? Jika ada yang tidak setuju, berarti Anda memiliki kelainan jiwa.

Membangun rumah tangga tidak seperti membangun rumah (tempat tinggal), meskipun rumah tangga sering diumpamakan seperti membangun rumah. Membangun rumah (tempat tinggal), konsep standar rancangannya jelas sudah ada, tinggal nyiapkan dana setelah itu dibangun.

Rumah tangga menurut pandangan saya seperti sebuah ruangan gelap yang dipenuhi misteri, tidak ada yang pasti...semua bisa berubah dari apa yang kita pikirkan, terutama karakter pasangan kita. Kebanyakan orang menilai calon pasangan diawal menjadi penentu cocok tidaknya untuk dijadikan sebagai pendamping hidup. Padahal bisa dikatakan penilaian awal belum tentu bisa dijadikan patokan standar bahwa sifat seseorang akan seperti itu selamanya.

Ketika berpacaran, banyak hal yang tidak dibuka secara blak-blakan, baik itu sifat, latar belakang keluarga dll. Begitu juga dengan diri kita sendiri, pastilah banyak hal yang juga kita tutup-tupi.

Namun apa jadinya setelah kita berumah tangga, apakah setelah kita mengetahui sisi buruk pasangan kita, lantas bisa semau kita mengakhirinya?, atau tetap mempertahankannya namun dalam keadaan pikiran dan batin yang tersiksa?. Berikut tips dan saran agar rumah tangga kita awet dan langgeng.

1. Jujur Mengenai Keuangan

Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, kita terlahir selain dilengkapi kelebihan namun tersisip juga kekurangan (kelemahan). Dalam berumah tangga, hendaklah kita saling terbuka dan jujur dalam hal apapun itu, terutama dalam hal keuangan. Seorang suami harus jujur kepada isterinya tentang penghasilannya. Meskipun terkadang ada uang yang dipakai karena kebutuhan mendadak, beritahukan kepada isteri Anda agar tidak menjadi pertanyaan sang isteri didalam pikirannya yang bisa membuat sang isteri menjadi dingin. Karena seorang wanita pada umumnya cenderung menyimpan sendiri pertanyaan dibenaknya yang dapat mempengaruhi hubungan menjadi kurang harmonis.

 

Begitu juga dengan isteri, apabila membelanjakan uang untuk keperluan sehari-hari maupun yang mendadak, hendaklah memberitahukan kepada suami. Karena faktor terbesar retaknya hubungan suami dan isteri banyak dipengaruhi oleh uang. Karena itu sudah menjadi sifat dasar manusia ketika mengenal uang dan nilainya. Kalau suami hendak membantu saudaranya, alangkah baiknya bertukar pikiran terlebih dahulu kepada isteri. Jangan mentang-mentang yang mencari uang, lantas arogan dan ga mau mendengarkan pendapat sang isteri mengenai kondisi ekonomi rumah tangga. Begitu juga sebaliknya, itu berlaku untuk sang isteri.

 

Ingat, yang mengetahui isi dapur kita adalah kita sendiri. Tak ada orang yang perduli ketika kita terpuruk/susah. Merencanakan masa depan dengan mengatur keuangan yang benar adalah sangat bijak.

 

2. Jujur Tanpa Menduai

Faktor terbesar lainnya menjadi penyebab retaknya rumah tangga adalah perselingkuhan. Serapat-rapatnya kita menutupi perselingkuhan maka pada akhirnya akan ketahuan juga. Tidak ada yang pakar dalam menutupi perselingkuhan di dunia ini, karena seperti pepatah yang mengatakan "dunia ini hanya selebar daun kelor", (itu benar adanya). Pertahankan rumah tangga yang telah Anda bangun bersama, ketika ada niat sedikit saja untuk mendua hati, ingat selalu kebaikan pasangan Anda. Diluar dari pasangan Anda sebenarnya adalah iblis yang berwujud manusia yang berusaha menghancurkan pernikahan Anda berdua. Hargai perasaan pasangan Anda, dan balikkan ke perasaan Anda bagaimana jika pasangan Anda selingkuh, sakit sekali bukan?.

 

3. Kami Dua, Namun Satu

Bingung dengan judulnya?. Baiklah agar tidak bingung, maka akan saya jelaskan maksudnya. Secara fisik Anda dan pasangan Anda memang tidak dalam satu raga, namun Anda dan pasangan Anda sudah ditakdirkan menjadi satu kesatuan yang utuh. Sebuah tim sepak bola dituntut agar menjaga kerja sama tim yang baik dan solid. Jika dalam tim tidak ada kekompakan, maka bukan kemenangan yang didapatkan. Jika dalam sebuah tim sepak bola ada yang terlalu menonjolkan dirinya sendiri agar terlihat hebat, sementara menghiraukan teman-temannya maka bisa dipastikan orang tersebut tidak akan bertahan lama dalam tim tersebut.

 

Bagaimana dengan berumah tangga?. Dalam berumah tangga juga dituntut seperti sebuah tim. Suami dan isteri harus saling mensupport. Ketika suami melihat kelemahan isteri, maka sudah menjadi kewajiban suami untuk memperbaikinya tanpa harus memandang rendah sang isteri. Begitu juga dengan sang isteri, jika saat ini suami Anda belum seperti suami-suami teman-teman Anda yang sukses, jangan paksakan suami Anda harus seperti suami-suami teman-teman Anda, karena itu bisa membuat suami Anda frustasi/tertekan.

 

Saling membantu dan saling membangun tanpa melihat status. Tidak selamanya pria itu kuat dan tegar, juga tidak selamanya wanita itu lemah. Terkadang ada disuatu masa dimana suami tidak menemukan ide dalam memecahkan suatu persoalan, namun dapat dipecahkan oleh sang isteri, begitu juga sebaliknya.

 

Intinya adalah, jadikan isterimu sebagai partnermu dalam hal apapun itu. Jangan pernah meremehkan wanita.

 

4. Intervensi

Masih ingatkan ketika kita menikah?, pasti banyak sekali nasehat dari orang tua maupun mertua kita. Salah satu nasehat tersebut adalah, apabila terjadi pertengkaran didalam rumah tangga kalian, selesaikan secara internal. Jika tidak mampu lagi, boleh meminta saran dari orang tua.

 

Kenyataannya yang terjadi kebanyakan adalah, hancurnya rumah tangga justru karena intervensi dari orang tua maupun mertua, bisa juga karena saudara kandung maupun ipar. Pertanyaannya adalah, seperti apakah Anda?, apakah Anda tipe orang yang pro dan mudah diintervensi oleh orang tua, adik, abang, atau kakak Anda?, jika ya...sebaiknya Anda ga usah berumah tangga.

 

Usahakan jangan libatkan orang tua kandung dan saudara kandung Anda dalam urusan rumah tangga Anda. Ingatlah, jangan pikir ketika seseorang menikahi Anda lantas Anda berpikir bahwa pasangan Anda menerima 100% perlakuan dan pendapat dari orang tua dan saudara kandung Anda seperti Anda menerima apapun perlakuan dan suara dari pihak keluarga Anda. Orang tua maupun saudara kandung Anda tetaplah orang lain dimata pasangan Anda.

 

Ketika orang tua kandung maupun saudara kandung Anda menganggap rendah pasangan Anda dan selalu menjatuhkan pasangan Anda, ingat....Anda harus selalu diposisi pasangan Anda dan selalu berpihak padanya. Orang tua kandung Anda tetap akan menjadi orang tua Anda meskipun dalam suatu keadaan tertentu Anda dan orang tua Anda akan berseberangan, tidak halnya pada pasangan Anda.

 

Jadi, setalah Anda menikah...selalu prioritaskan pasangan dan anak Anda.

 

5. Temperamen

Manusia terlahir tidak langsung diwariskan memiliki temperamen tertentu. Sifat temperamental bisa melekat pada sifat-sifat seseorang itu bisa karena faktor didikan dari orang tua. Kebanyakan seorang anak setelah besar menjadi temperamental karena dulunya ia diperlakukan sangat kasar oleh orang tuanya. Nah, apakah sifat ini baik ketika berumah tangga?, jawabannya adalah tidak. Apakah sifat ini bisa diubah?, jawabannya adalah "tidak ada yang mustahil di dunia ini, apapun bisa diubah". Namun, ada baiknya perubahan itu dilakukan dari diri sendiri.

 

Temperamental sangat mempengaruhi hubungan rumah tangga. Suami yang pemarah sudah jelas tidak akan membuat nyaman kondisi pikiran dan hati sang isteri. Suami yang temperamental kebanyakan melakukan kekerasan secara fisik, baik kepada isteri maupun kepada anaknya. Biasanya, kebanyakan rumah tangga bubar karena faktor ini.

 

Rubah sifat buruk ini. Caranya bagaimana?, berdoa kepada Tuhan, minta agar hati Anda dilembutkan. Percayalah, Tuhan mampu merubah hati yang keras menjadi lembut.

 

6. Judi Dan Mabuk

Kalau poin ini sudah jelas dapat merusak rumah tangga. Penjudi tidak jauh-jauh dari minuman keras, tidak ada hal yang positif dari kebiasaan buruk ini. Saya rasa poin ini tidak usah saya jelaskan panjang lebar. Saran dari saya adalah, tinggalkan 2 kebiasaan buruk ini...segera!!!.

 

Itulah 6 poin terpenting dalam berumah tangga agar rumah tangga Anda awet hingga maut memisahkan. Poin-poin kecil lainnya saya rasa masih dapat diselesaikan tanpa harus terjadi pertengkaran. Sekian, semoga tips ini dapat membantu Anda.

 

Keyword: Tips Dan Cara Mempertahankan Agar Rumah Tangga Langgeng | Kiat Agar Rumah Tangga Langgeng