Cara Melatih Kecerdasan Anak

Cara Melatih Kecerdasan Anak

Pada hakikatnya si kecil dilahirkan dengan potensi kecerdasan yang kurang lebih sama, dan adalah tugas ayah bunda sebagai orang terdekat mereka untuk membantu mengkonversi potensi tersebut menjadi kemampuan balita ayah bunda. Untuk memumbuhkan kemampuan dan kecerdasan si kecil ternyata bisa dilakukan dengan beragam cara sederhana. Melalui beberapa aktivitas bersama si kecil, secara tidak langsung ayah bunda sedang melejitkan kecerdasan si kecil.

Berikut adalah beberapa cara efektif yang dapat ayah bunda lakukan untuk menumbuhkan kemampuan dan pengetahuan si buah hati:
1. Komunikasi Interaktif: Berbicara dengan si kecil bukan untuk komunikasi saja namun ternyata mampu merangsang penguasaan kata si buah hati. Menurut Tracy Cutchlow, editor buku yang berjudul Brain Rule for Baby, anak usia 18 bulan sampai 2 tahun rata-rata menguasai 50 sampai 100 kata. Semakin sering ayah bunda mengajak si kecil berbicara, semakin banyak perbendaharaan kata mereka.

Pakar tumbuh kembang anak merekomendasikan para orang tua untuk memverbalkan aktivitas sehari-hari saat bersama si kecil. Misalnya saat makan, ajak mereka berkomunitasi seputar makan dengan mengatakan, ‘adek makan ikan ya’, atau ‘sayurnya enaaak’ sambil mengangkat jempol. Aktivitas sederhana tersebut secara tidak langsung akan mengenalkan kata-kata baru pada mereka.

Membacakan mereka buku dengan menggunakan intonasi adalah cara lain agar perbendaharaan kata si buah hati bertambah banyak. Para ahli tidak merekomendasikan televisi untuk melatih si kecil karena umumnya komunikasi verbal dari televisi terlalu cepat dan didesain bukan untuk anak balita.

2. Kenalkan ragam emosi: Kemampuan emosional sangat diperlukan untuk perkembangan kecerdasan dan skil sosial si buah hati. Dengan kemampuan tersebut si kecil mampu mengespresikan beragam emosi yang merupakan sifat dasar dari seorang manusia untuk memahami dan menerima realitas yang dihadapi.

Pandu si kecil untuk memahami kejadian dan mengespresikan emosinya. Misal saat si kecil sedang bermain kemudian si kaka tanpa sengaja menendang mainan si kecil, bantu mereka untuk memahami keadaan bahwa itu tidak disengaja. Dengan begitu si kecil akan belajar bahwa tindakan tersebut harus dimaafkan.

Atau misalnya saat si kecil mau berbagi mainan dengan si kakak, bantu mereka untuk memahami konsekuensi dari tindakanya misalnya dengan mengatakan, ‘tuh liat de, kakak senang sekali dikasih pinjam sama adek.’ Saat orang tua membantu menghubungkan tindakan si kecil dengan bahasa emosi yang tepat, ayah bunda sedang menumbuhkan kecerdasan emosional si kecil yang akan berdampak pada si kecil seumur hidupnya.

3. Bermain kreatif: Ada banyak permainan edukatif yang dapat membantu menumbuhkan skil kognitif atau kecerdasan si kecil. Mulai dari permainan puzzle, balok, dan permainan lainya. Para ahli percaya jenis permainan ini lebih direkomendasikan daripada aplikasi permainan dalam tablet atau smartphone karena selain melibatkan aktifitas kognitif, permainan fisik lebih melibatkan aktivitas motorik si kecil.

Mainan edukatif tak harus mahal, dengan sedikit kreativitas dan waktu luang, ayah bunda pun dapat membuatnya dirumah. Ayah bunda dapat membuat play dough, mainan balok dari kotak kardus yang sudah tidak terpakai,atau jenis permainan lainnya.

 

 

 

Keyword: Cara Melatih Kecerdasan Anak | Rahasia Membuat Anak Cerdas