Usia Berapakah Anak Tidur Terpisah Dari Orang Tua?

Usia Tepat Anak Terpisah Tidur Dari Orang Tua

Ada kalanya dikarenakan keterbatasan ruang di dalam rumah menjadi salah satu alasan paling umum yang dilontarkan para mama ketika ditanya mengapa anaknya yang bahkan sudah duduk di bangku SD masih tidur sekamar dengan orang tuanya. “Bagaimana bisa memberikan kamar sendiri buat si kecil, kalau tinggal saja masih ngontrak atau menumpang di rumah orang tua/mertua?” Mungkin begitu pikir Anda. Dan ketika mimpi untuk memiliki rumah sendiri terasa masih jauh, banyak di antara orang tua yang tidak tahu sampai kapan mereka akan terus mengizinkan anak tidur bersama mereka.

Kapan momen yang tepat bagi anak harus tidur terpisah dari orang tua? Pertanyaan di atas gampang-gampang susah untuk menjawabnya. Ibu Tiur Linah Tambunan, mama dari 4 orang anak, Ezzelya (7 tahun) dan Ernest (4 tahun), Elfandro (2 tahun) dan Elyona (2 bulan) mengatakan bahwa sampai saat ini tak pernah terpikirkan olehnya untuk berpisah kamar dengan anak-anaknya. Alasannya berhubungan dengan beberapa manfaat yang ia ketahui, salah satunya memudahkan proses bonding dengan anak. Saya suka memanfaatkan waktu menjelang tidur untuk ngobrol ngalor-ngidul dengan anak-anak,” kata mama yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini.

Meski begitu, Ibu Tiur pun tahu, bahwa akan tiba saatnya ketika (mau tak mau!) ia harus berpisah kamar dengan anak-anaknya. “Mungkin nanti ketika anak-anaknya sudah besar,” katanya. Ya, sebagai mama, Anda pasti sadar bahwa momen memeluk anak di tempat tidur sambil menciuminya tak akan berlangsung selamanya. Semakin besar usia anak, ia akan dengan sendirinya ‘menjauh’ dari orang tuanya, menolak untuk dipeluk dan diciumi bertubi-tubi. Inilah satu alasan juga mengapa Lenny Yanti, mama dari Sadrakh (5 tahun) akhirnya tega berpisah ranjang dengan anaknya. “Mungkin karena anak laki-laki, umur 5 tahun ia sudah tak mau lagi dicium oleh saya. Ia bahkan sudah lama menolak di-kekepin sama saya atau papanya ketika tidur. Ia akan bilang, ‘Mama sanaan, ah!’,” cerita Lenny.

Tanda-tanda itulah yang dipakai Lenny ketika akhirnya mantap memutuskan tak lagi tidur bersama Sadrakh. Meski begitu, proses tidur terpisah tetap dilakukan dengan cara yang smooth, sekadar berjaga-jaga agar Sadrakh tak kaget atau merasa disisihkan. Lenny mengawalinya dengan membeli sebuah sofa bed. Selama sebulan, ia dan suami bergantian tidur di sofa bed. “Saya beralasan kepada Sadrakh bahwa tubuhnya semakin besar dan tempat tidur kami tak lagi muat menampung kami bertiga,” katanya.

Barulah ketika anaknya berulang tahun, Lenny bertanya apakah Sadrakh mau dihadiahi ‘kamar tidur’ sendiri? Setelah mendapat jawaban positif, barulah eksekusi 'pindah kamar' dilakukan.

 

Keyword: Usia Tepat Anak Terpisah Tidur Dari Orang Tua