Berhubungan Intim Saat Hamil

Berhubungan Intim Saat Hamil

Berhubungan saat hamil apakah boleh? Tentu saja boleh, kenapa tidak, tapi kita harus tahu batasan tertentu. Beberapa orang mungkin menganggap bahwa berhubungan intim ketika pasangan sedang hamil itu tidak boleh, karena mereka menganggap itu akan melukai janin atau sang istri.

Pada kenyataannya kehamilan bukanlah penggahalang untuk melakukan hubungan intim, bahkan ada kalanya hubungan intim akan membantu proses persalinan, dan pada kenyataannya wanita yang sedang hamil pada trisemester kedua akan lebih cepat mendapatkan kepuasan seksual, karena aliran darah disekitar vagina meningkat, akibat dari meningkatnya hormon ekstrogen, selain itu cairan vagina akan lebih banyak dihasilkan dan lebih membuat wanita merasa terangsang.

Maka dari itu kita tidak usah merasa khawatir ketika akan melakukan hubungan intim ketika pasangan sedang hamil, tapi sebagai antisipasi ada baiknya jika kita memperhatikan beberapa tips berikut ini :

1. Hubungan intim pada trisemester pertama
Ketika trisemster peratama, seorang ibu hamil biasanya akan sering merasakan mual, bahkan muntah, kondisi ini akan membuat gairah sang ibu sangat menurun, sebaiknya pasangan atau suami memahami akan hal ini, namun ketika gejala tersebut sudah mereda, biasanya nafsu untuk melakukan hubungan intim justru semakin meningkat. Ketika kita akan melakukan hubungan intim pada saat trisemster pertama, sebaiknya kita memperhatikan beberapa hal berikut ini,

  • Sang ibu tidak mempunyai riwayat keguguran, itu berarti kita kita harus benar-benar menjaga kandungan dengan baik.
  • Sebaiknya jangan melakukan hubungan intim ketika ibu sering merasakan kram perut, karena itu adalah salah satu tanda, bahwa sang ibu masih mempersiapkan kondisi janin yang ada di dalam kandungannya.
  • Jangan melakukan hubungan intim ketika ibu pernah mendapatkan pendarahan pada leher rahim, karena mungkin sajaakan mengakibatkan infeksi.
  • Sebaiknya ketika kita akan melakukan hubungan intim, posisi plasenta tidak menutupi serviks.

Itu adalah hal-hal yang sebaiknya kita hindari ketika kita akan melakukan hubungan intim pada saat trisemster pertama, namun jika kita masih merasa ragu, mungkin sebaiknya kita berkonsultasi dengan dokter kandungan, agar kita tahu, apakah kandungan kita mempunyai masalah atau tidak, dan apakah kita dapat berhubungan intim dengan kondisi ini atau tidak.

2. Berhubungan intim pada trisemster kedua
Ketika memasuki trisemester kedua, biasanya gairah untuk berhubungan intim menjadi lebih besar, karena pada saat ini pembuluh darah ke bagian vagina meningkat, dan itu akan membuat wanita lebih mudah mengalami organsme atau bahkan multiple organsme.

Kondisi seperti ini disebabkan oleh beberapa hal seperti, meningkatnya hormon ekstrogen yang meningatkan aliran darah di sekitar vagina , sehingga daerah ini menjadi sangat sensitif, dan dorongan seksual pun akan menjadi besar.

Lalu cairan vagina juga meningkat selama kehamilan, sehingga membuat vagina sangat siap menerima penetrasi. Payudara juga akan semakin berkembang menjadi lebih besar dan juga lebih sensitif. Kondisi ini juga akan meningkatkan rangsangan seksual.

3. Berhubungan intim pada trisemster ketiga
Ketika usia kandungan memasuki trisemester ketiga maka beberapa ibu mengalami kondisi yang kurang prima, ada beberapa keluhan yang sering dilontarkan,seperti sakit punggung, cepat lelah, dll. Namun itu semua bukan pantangan untuk melakukan hubungan intim.

Pada saat usia kandungan memasuki usia 7-8 bulan, maka frekuensi hubungan intim, sebaiknya tidak terlalu sering, karena ini akan mengakibatkan kontraksi pada bagian perut, dan ditakutkan akan mengakibatkan terjadinya kelahiran secara prematur, tentu kita tidak menginginkan hal itu terjadi!

Akan tetapi sangat berbeda halnya ketika kita memasuki usia kandungan 9 bulan, semakin sering melakukan hubungan intim, maka itu akan semakin memperlancar proses persalinan. Hal tersebut terjadi karena hormon prostaglandin yang ada pada sperma akan membantu proses pematangkan dan melembutkan serviks, agar siap untuk persalinan.

4. Hubungan intim yang membahayakan
Berhubungan saat hamil memang tidak dilarang, akan tetapi kita juga harus memperhatikan beberapa faktor keamanan dan juga kenyamanan dari ibu dan juga suami. Ada beberapa kondisi dimana sebaiknya tidak melakukan hubungan ketika sedang hamil seperti,mereka yang mempunyai infeksi tertentu pada bagian vagina, karena itu akan menyebabkan luka dan proses penyembuhannya juga akan semakin lama, dan dikhawatirkan akan berakibat pada janin yang sedang dikandung.

Atau bagi mereka yang mempunyai resiko persalinan prematur, terutama sebelum usia kandungan memasuki 9 bulan. Jika kita mengalami pendarahan pada bagian vagina mungkin sebaiknya tidak melakukan hubungan intim, atau mereka yang pernah mempunyai riwayat keguguran, ada baiknya tidak melakukan hubungan intim, karena berbahaya bagi janin.

5. Posisi hubungan intim saat hamil
Ada saatnya kita merasa nyaman saat melakukan hubungan intim, terutama pada saat usia kandungan masih kecil, tetapi ketika kandungan sudah semakin besar, kita merasa kesulitan mencari posisi yang pas untuk melakukan hubungan. Kondisi seperti ini sebaiknya kita bicarakan dengan pasangan, agar menemukan solusi yang pas, agar dapat memuaskan kedua belah pihak.

Ada beberapa posisi hubungan intim yang dapat kita lakukan pada saat sedang hamil tua, seperti posisi misionaris, ketika wanita berbaring di bawah sedangkan suami berada di atas, sebaiknya ketika melakukan posisi tersebut tidak terlalu menekan perut, akan sangat berbahaya bagi janin.

Atau kita dapat mencoba posisi ini dinilai aman dan nyaman bagi anda dan suami, posisi suami dan istri menyamping, dan posisi sang istri membelakangi suami. Ketika menggunakan posisi ini, maka kedua belah pihak akan merasa nyaman, dan perut ibu tidak akan mendapatkan tekanan yang berarti.

6. Tingkat kenyamanan
Ketika kita sedang hamil, biasanya kita akan mendapatkan nyeri pada bagian tertentu, seperti sakit punggung, sakit pada kaki, sakit kepala, dll, dan rasa sakit itu yang seringkali menyebabkan kita menunda untuk melakukan hubungan intim, tapi ketika kita saling berkomukikasi dengan baik, atau bahkan suami dapat memberikan rangsangan yang baik, maka kita akan mendapatan kenyamanan dalam berhubungan.

Ada baiknya dengan foreplay yang baik, agar sang istri merasa lebih nyaman dan relaks, lalu dilanjutkan dengan hubungan yang santai dan tidak memaksa, gerakan yang dinamis, namun teratur akan membuat istri merasa nyaman, dan bahkan dapat meningkatkan gairah dalam berhubungan.

Kita juga harus memperhatikan posisi yang terbaik, agar tidak menyakiti satu dengan yang lain. Jika hal ini dapat kita lakukan dengan baik, maka hasilnya hubungan intim yang kita lakukan akan terasa enak dan nyaman, rasa enggan yang awalnya terjadi sekarang tidak lagi.

Ketika kita melakukan hubungan intim pada saat hamil, tentu kita harus memperhatikan hal-hal yang dapat membahayakan sang janin. Kita harus mengetahui dengan baik bagaimana kondisi tubuh kita, dan bagaimana kondisi sang janin, jika kita melakukan hubungan dengan cara yang tidak aman, maka kondisi janin akan terancam.

Resiko cidera pada janin biasanya pada trimesester pertama,dimana pada saat itu janin sedang melakukan proses pembentukan, jika ada sedikit gangguan, maka akibatnya bisa fatal. Sedangkan, berhubungan saat hamil yang aman adalah saat memasuki usia kandungan 9 bulan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa semakin sering melakukan hubungan pada saat usia 9 bulan,akan semakin mempercepat proses kelahiran sang bayi.

 

 

Keyword: Bolehkah Berhubungan Badan Saat Hamil | Tips Berhubungan Intim Saat Hamil